Rabu, 27 Desember 2017

S E D I K I T   B O C O R A N
Bapa Bapa Ibu Ibu yg tersayang , Saya mau kasih tau sedikit, , bahwa acara bertamasya ke pacet / cipanas adalah salah satu kegiatan kita yg setiap tahun kita berusaha mengadakan kebersamaan utk mempererat dan menjalin keharmonisan sesama keluarga besar anggota kita.
Kami mengharapkan para anggota bisa berpartisipasi mengikuti acara ini.
Untuk bertamasya khusus kali ini ,kami sediakan banyak hadiah undian keberuntungan berupa angpao Hokkih dan hadiah kenang2an .

Tentunya para anggota ingin tahu, Apa saja sih hadiah hadiah itu?   Nah disini, kami bocorkan sedikit utk anda... ...

(1) Hadiah pertama : 1buah berupa angpau  hokkih sebesar Rp. 500.000,=

(2) Hadiah ke 2 : 1buah berupa angpau hokkih sebesar Rp. 400.000,=

(3)Hadiah ke3:  2 buah  berupa angpau hokkih @Rp.  300.000,=

(4) Hadiah ke4 : 3 buah berupa angpau hokkih @Rp. 200.000,=

(5) Hadiah ke5 : 4 buah berupa angpau hokkih @Rp. 100.000,=

(6) Hadiah ke6 : 10 buah berupa angpau hokkih @Rp. 50.000,=

Bagi para anggota yg tidak dapat hadiah undian diatas, masing masing tetap mendapatkan hadian berupa barang kenang2an dari kami. Jadi semua anggota yg ikut acara kegiatan ini, semua pulangnya pasti bawa hadiah !

Acara tsb diadakan pada malam gembira diball room hotel tsb yg acaranya dikordinator / MC oleh ibu Wenny/ Cui Wen , tentu ada acara pertunjukan peragaan Tai Ji dan tarian2 yg menarik, kita bisa  bergoyang bersama sepuasnya, kita bisa berkarauke, yg minat berkarauke, jangan lupa bawa CDnya masing masing .
Masih banyak acaranya yg tidak bisa satu persatu diuraikan.
Yg penting, anda ikut  even ini, anda pasti meraih hadiah hokkih bawa pulang dan tentunya kita akan bergembira bersama .

           Terima kasih

               P. Tai Ji Perintis Smi

Kamis, 21 Desember 2017

SEKIKAS ARTINYA ONDE DAN ASAL USULNYA

SEKIKAS ARTINYA ONDE DAN ASAL USULNYA

Perayaan onde merupakan salah satu perayaan rutin orang Tiongkok / Tionghoa yang dilakukan setiap Tgl. 21 / 22 Desember. Perayaan ini tetap lestari, dilaksanakan oleh orang Tionghoa, bahkan yang telah bermigrasi dan menetap di negara lain. Meski tak semeriah Imlek, perayaan Onde ini memiliki sejarah dan arti dati onde yang disantap.

"Perayaan Onde ini biasanya pada Desember tanggal 21 atau 22, itu kalau di Tiongkok untuk merayakan Tibanya musim dingin dan makan makanan hangat, salah satunya onde-onde. Orang Tionghoa biasa bilang Dong Zhi yang artinya musim dingin telah tiba .

Perayaan Onde ini sudah ada sejak Dinasti Han (206 SM - 220 M). Pada zaman Dinasti Song (1127-1152 M) Perayan Onde dilaksanakan dengan sembahyang arwah leluhur dan lima unsur di bumi yang terdiri dari logam, air, api, tanah, dan kayu.

Pada zaman Dinasti Qing (1644-1911 M) perayaan Onde menjadi salah satu perayan penting di Tiongkok dan daerah migrasi, tak terkecuali diIndonesia pun.

Berbeda dengan Imlek atau Tahun Baru Tiongkok yang menjadi ajang silaturahmi, perayaan onde hanya dirayakan oleh keluarga. Tradisi Tionghoa adalah berkumpul bersama, membuat onde onde warna warni, menikmati ronde yg manis dan hangat , berdoa bersama mohon kesehatan dan keselamatan.

Onde yang berbentuk bulat melambangkan keutuhan, persatuan, harmonisasi keluarga. Orang orang Tionghoa juga melambangkan  keseimbangan alam yakni Yin dan Yang. Onde umumnya terbuat dari tepung ketan tanpa isi adapun yg berisi juga ,melambangkan eratnya ikatan persaudara, dan air gula putih atau gula merah, kadangpun pakai aur jahe, manis melambangkan hubungan antar keluarga yang harmonis, jahe melambangkan kehangatan keluarga yg rukun dan bersatu.

Pada perkembanganya onde kini dibuat dari berbagai bahan tak hanya tepung ketan , bisa juga kentang tumbuk., ubi merah, Selain itu isinya juga semakin beragam bisa kacang tanah , kacang hijau, atau bahkan cokelat.dan keju,

Ada berbagai kepercayaan makan onde yang menarik, di antaranya saat makan onde seseorang akan menyesuaikan dengan usia kemudian menambahkan satu. Lambang pengharapan agar usia bertambah lagi.

Kepercayaan lainnya, jika ada anggota keluarga yang hamil membakar onde, kalau (onde) pecah maka bayinya berjenis kelamin perempuan, kalau tetap utuh berjenis kelamin laki-laki.

Di balik segala tradisi tersebut, perayaan Onde sampai saat ini masih lestari dan menjadi momen untuk berkumpul dalam kehangatan keluarga keturunan orang Tionghoa di mana pun mereka berada.

                By Satrio Hukin P

Rabu, 20 Desember 2017

➖PENGUMUMAN➖

Berkenaan Hari Raya NATAL dan TAHUN BARU 2018 ,  perkumpulan senam Tai Ji Perintis smi akan libur masing masing 1 hari saja, yaitu pada tgl 25 desember  2017 dan tgl. 01 januari 2018.
Harap para anggota dapat mengetahui dan maklum adanya.
Dan kami mengucapkan SELAMAT NATAL dan TAHUN BARU 2018 , semoga semua anggota sehat dan bahagia.
          
          Terima Kasih
                
                 Salam sejahtera

                
               Pengurus psTps
                     S u k a b u m i

SEKILAS ASAL USUL ONDE TIONGKOK

SEKIKAS ASAL USUL ONDE DARI TIONGKOK

Sementara sebuah tulisan di Wikipedia menyebutkan bahwa onde-onde berasal dari masa sekitar 1500 tahun lalu, pada masa kekaisaran Dinasti Tang (600-900M). Keberadaan onde-onde pada masa ini sempat dituliskan dalam sebuah karya seorang sastrawan Tiongkok Wang Fanzhi yang hidup pada sekitar abad ke-7 M. Disebutkan bahwa pada saat itu merupakan salah satu makanan istana kekaisaran di Chang'an dan dikenal dengan sebutan ludeui. Penyebutan onde-onde (Jian Dui dalam bahasa Mandarin) sendiri di Tiongkok ternyata berbeda-beda, tergantung pada daerah dan latar belakang budaya. Di kawasan utara Tiongkok, onde-onde dikenal sebagai matuan, di timur laut disebut sebagai ma yuan dan di Hainan sebagai jen dai. Dalam perkembangannya dan seiring migrasi warga Tiongkok ke berbagai kawasan, onde-onde menyebar ke selatan, bahkan akhirnya berkembang luas hingga Asia Timur dan Tenggara. Sehingga tidak mengherankan jika onde-onde sekarang mudah dijumpai dan dikenal di berbagai negara ASEAN seperti Indonesia, Vietnam, Filipina dan Malaysia. Di Indonesia sendiri, onde-onde konon sudah dikenal sejak jaman kerajaan Majapahit (1300-1500M) dimana salah satu kotanya, Mojokerto, konon dikenal juga sebagai kota onde-onde. Dan kalau kita melihat tahun-tahun keberadaan kekasisaran Dinasti Tang dan kerajaan Majapahit, maka dengan dengan mudah kita bisa menebak bahwa onde-onde memang dibawa oleh orang-orang Tiongkok yang berkunjung ke Majapahit pada masa itu, salah satunya adalah Laksamana Zheng He atau Cheng Ho dari masa kekaisaran Dinasti Ming (1368-1644). Jika pada awalnya onde-onde diperuntukkan bagi para pekerja yang sedang membangun istana kekaisara dan kemudian menjadi kue istana, maka
Lalu bagaimana rasa onde-onde di Tiongkok saat ini ? Dari onde-onde yang saya beli di pasar-pasar di Beijing, sebenarnya tidak beda dengan onde-onde yang biasa kita jumpai di Indonesia. Hanya saja umumnya onde-onde disini hanya berisi satu macam saja yaitu pasta gula merah yang berwarna coklat. Sementara onde-onde di Indonesia isinya lebih bervariasi , mulai dari kacang hijau hingga keju. Tapi meski beda isinya , kulit onde-onde sama saja, sama-sama kenyal dan  agak empuk,  ketika dimakan panas panas.
Sangat pas untuk teman minum teh hangat atau secangkir kopi panas . anda akan merasa kepuasan tersendiri .

onde onde

Penulis Aris Heru Utomo 
➖ ➖ ➖  ➖ ➖➖➖

*Sepintas Cerita Onde-Onde dari Tiongkok*

Kue onde-onde atau biasa disebut wedang onde-onde adalah kue yang terbuat dari tepung terigu atau tepung ketan, dibentuk bulat bulat, menyerupai bola ping pong dimana di dalamnya biasanya diisi pasta kacang hijau atau gula merah, atau tanpa isi .ada permukaannya dibaluri wijen. Di Indonesia, saking populernya, onde-onde dapat dengan mudah dijumpai di pasar-pasar atau pedagang kaki lima. Karena kepopulerannya. tidak sedikit orang yang mengira bahwa onde-onde adalah kue asli Indonesia.
Benarkah demikian? Sama seperti sebagian orang Indonesia yang tidak menaruh perhatian terhadap asal-asul onde-onde, awalnya saya juga bersikap serupa. Tapi perjumpaan saya dengan onde-onde di banyak pasar tradisional. pedagang kaki lima ataupun hotel berbintang di berbagai kota di Tiongkok mengusik keingintahuan saya untuk mengetahui asal muasal onde-onde. Sejak kapan onde-onde hadir di Tiongkok dan apakah onde-onde tersebut ada kaitannya dengan onde-onde di Indonesia? Untuk menjawab pertanyaan di atas, salah satu cara adalah dengan menyusuri jejak onde-onde di Google. Tapi hal itu pun ternyata tidak mudah karena tidak banyak tulisan yang secara jelas menerangkan sejarah onde-onde. Dari yang sedikit itu diketahui bahwa konon onde-onde memang berasal dari Tiongkok. Onde-onde dibuat pertama kali pada masa Kekaisaran dari Dinasti Zhou (1045-256 SM) alias lebih dari 2300 tahun lalu. Pembuatnya adalah dua orang tukang masak kerajaan yang membuat onde-onde sebagai makanan yang diperuntukkan para para tukang kayu dan batu yang pada saat itu sedang bekerja membangun istana kaisar. Makanan tersebut terbuat dari gandum dan warnanya merah putih serta berasa manis yang melambangkan keselamatan dan kebersamaan.

Sementara sebuah tulisan di Wikipedia menyebutkan bahwa onde-onde berasal dari masa sekitar 1500 tahun lalu, pada masa kekaisaran Dinasti Tang (600-900M). Keberadaan onde-onde pada masa ini sempat dituliskan dalam sebuah karya seorang sastrawan Tiongkok Wang Fanzhi yang hidup pada sekitar abad ke-7 M. Disebutkan bahwa pada saat itu merupakan salah satu makanan istana kekaisaran di Chang'an dan dikenal dengan sebutan ludeui. Penyebutan onde-onde (Jian Dui dalam bahasa Mandarin) sendiri di Tiongkok ternyata berbeda-beda, tergantung pada daerah dan latar belakang budaya. Di kawasan utara Tiongkok, onde-onde dikenal sebagai matuan, di timur laut disebut sebagai ma yuan dan di Hainan sebagai jen dai. Dalam perkembangannya dan seiring migrasi warga Tiongkok ke berbagai kawasan, onde-onde menyebar ke selatan, bahkan akhirnya berkembang luas hingga Asia Timur dan Tenggara. Sehingga tidak mengherankan jika onde-onde sekarang mudah dijumpai dan dikenal di berbagai negara ASEAN seperti Indonesia, Vietnam, Filipina dan Malaysia. Di Indonesia sendiri, onde-onde konon sudah dikenal sejak jaman kerajaan Majapahit (1300-1500M) dimana salah satu kotanya, Mojokerto, konon dikenal juga sebagai kota onde-onde. Dan kalau kita melihat tahun-tahun keberadaan kekasisaran Dinasti Tang dan kerajaan Majapahit, maka dengan dengan mudah kita bisa menebak bahwa onde-onde memang dibawa oleh orang-orang Tiongkok yang berkunjung ke Majapahit pada masa itu, salah satunya adalah Laksamana Zheng He atau Cheng Ho dari masa kekaisaran Dinasti Ming (1368-1644). Jika pada awalnya onde-onde diperuntukkan bagi para pekerja yang sedang membangun istana kekaisara dan kemudian menjadi kue istana, maka dalam dalam perkembangannya, onde-onde pun dikenal sebagai salah satu kue yang disajikan dalam perayaan Tahun Baru Tiongkok. Dalam perayaan tahun baru Tiongkok ini, onde-onde memiliki makna khusus. Bentuk onde-onde yang bulat dan permukaan berwarna kekuningan (karena ditaburi wijen) melambangkan suatu keberuntungan. Sementara bentuk onde-onde yang mekar saat digoreng (Jian Yan) melambangkan harapan mengenai perkembangan usaha yang dilakukan.
Lalu bagaimana rasa onde-onde di Tiongkok saat ini ? Dari onde-onde yang saya beli di pasar-pasar di Beijing, sebenarnya tidak beda dengan onde-onde yang biasa kita jumpai di Indonesia. Hanya saja umumnya onde-onde disini hanya berisi satu macam saja yaitu pasta gula merah yang berwarna coklat. Sementara onde-onde di Indonesia isinya lebih bervariasi , mulai dari kacang hijau hingga keju. Tapi meski beda isinya , kulit onde-onde sama saja, sama-sama kenyal dan  agak empuk,  ketika dimakan panas panas.
Sangat pas untuk teman minum teh hangat atau secangkir kopi panas . anda akan merasa kepuasan tersendiri .

Demikian sedikit cerita ringan asal usul tentang festuval onde-onde .
Semoga ada mangfaat bagi anda .
            Terima Kasih

🌷💐🔺🌷💐🔺🌷💐🌹🔺

Senin, 04 Desember 2017

Tes Surat lamaran

Sukabumi, 19 Oktober  2017
Hal : Lamaran Kerja

Kepada Yth.,
Pimpinan PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Sukabumi
Di-
      Tempat.

Assalamu’alaikum wr. wb.
Salam Sejahtera,

Dengan hormat,

Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari internet tanggal 18 Oktober 2017, bahwa PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Sukabumi membuka kesempatan tenaga prepesional untuk ditempatkan sebagai Program ADP (assistant development program), maka dengan ini saya mengajukan surat lamaran untuk menjadi salah satu kandidat untuk posisi tersebut.

Saya Sarah Kusaeri lulusan S1 Akuntansi STIE PGRI SUKABUMI yang lulus pada bulan Agustus 2017. Saya pernah bekerja di PT. Ramayana Lestari Sentosa, Tbk pada tahun 2012 - 2013 sebagai Koordinator SPG, yang tugasnya mengkoordinasi seluruh SPG, membantu meningkatkan penjualan dan membuat laporan hasil penjualan. Saya pernah bekerja di PT. Muara Griya Lestari pada tahun 2013 - 2016 sebagai Staff Export Import yang salah satu tugasnya  adalah memriksa keluar masuknya barang, membuat dokumen kelar masuk barang, membuat dokumen export import, membuat pembukuan hasil export import, membuat pengajuan perizinan dokumen bea dan cukai kepabeanan dan membuat laporan bulan dan tahunan.

Rabu, 29 November 2017

hide

<a id="show_id" onclick="document.getElementById('spoiler_id').style.display=''; document.getElementById('show_id').style.display='none';">[Show]</a><span id="spoiler_id" style="display: none;"><a class="link" onclick="document.getElementById('spoiler_id').style.display='none'; document.getElementById('show_id').style.display='';">[Hide]</a><br />

LETAKAN KODE KONTEN SOBAT DISINI

</span>

Minggu, 16 April 2017

Ke 2
DISINI LETAK KONTENT ANDA
Ke 3
Judul Spoiler
ISI SPOILER

Senin, 20 Maret 2017

Minggu, 19 Maret 2017

Ketakutanku | by Irma Rahmawati



Asalamualaikum... Mangga ini ada karya tulis ku,, berdasarkan saran kak musy aku mencoba membuat ini,, silahkan dibaca dan berikan tanggapan nya yaa demi kesuksesan blog kita yg dikelola sma kak musy 😁
Jika kurang berkenan mohon di maafkan yaa, maklum masih pemula... 😅
Selamat membaca.. 💗💗💗💗💗💗💗💗💗

Pesan seorang sahabat..

🔥ketakutanku🔥

"Saat kamu jauh dari pandangaku, aku merasakan kehadiranmu, tapi saat dirimu ada dihadapanku malah aku merasa seakan-akan sedang berhadapan dengan orang yg asing bagiku"
Mungkin kata itulah yang saat ini pantas aku ucapkan padamu...

Banyak anak muda menyesali sebuah pertemuan karena perpisahan yang menyakitkan..
Mungkin karena aku masih berjiwa muda, maka aku merasakan hal yang sama..
Aku lupa dari mana awalnya kita menjalin "hubungan" ini...

TEMAN...?? ya kita memang berteman bukan...??!!

Teman,, aku tau aku hanya seorang laki laki biasa, aku tidak setampan nabi yusuf, tidak setabah nabi ayub, tidak semulia Rasulullah...
Tapi aku ingin kamu tetap jadi sahabatku,, tempatku berbagi,, tempatku menceritakan keluh kesahku,, tempat segala motivasi ku...

Dulu aku selalu mengharapkan kehadiranmu kembali mewarnai hari hariku...
Dan sekarang kamu memang telah kembali dan memberi warna di hidupku, namun warna itu sudah tak seindah dulu, kini kau datang dengan warna abu abu,, seakan membuat kelam hari hariku...

Membuat diriku berada di sebuah jurang kehidupan dengan sejuta pertanyaan,,
Apa salahku..??
Ada apa dengan dirimu..??
Tak mau kah kau mengenalku lagi..??
Pertanyaan pertanyaan seperti itu membuatku semakin terjebak dalam kedzoliman ku terhadapmu,, ku mohon jangan biarkan aku berburuk sangka padamu...

Perlu banyak waktu untuk membicarakan itu semua denganmu, namun sampai saat ini tak pernah aku menemukan kesempatan untuk berbicara denganmu,, jangankan untuk membicarakan hal itu menyapa dirimu pun aku sudah tidak pernah berani lagi...

kamu ingat saat kita sedang sama sama tenggelam dalam serunya materi pembelajaran di kelas...?? Saat itu tanpa sengaja pandangan kita bertemu,, namun tak kuduga ternyata kamu memalingkan pandanganmu itu..
Mungkin butuh seribu keberanian untuk berbicara langsung berhadapan denganmu maka aku sempat berfikir untuk menghubungimu lewat media lain, berharap ada jawaban darimu dan membicarakan semua keluh kesahku terhadapmu...

Namun,, berapa pesan yg sudah aku sampaikan lewat akun facebook ku, berapa pesan singkat yang sudah aku kirim lewat ponselku, tapi tidak pernah kamu menanggapinya..
Prasangka burukku terhadapmu semakin tak bisa terbendung lagi..

Aku takut jika kedekatan kita dulu sebagai "teman" malah bisa membawa kita saat ini kedalam lembah permusuhan karena prasangka prangka burukku ini..

Kamu tak seperti yg dulu pernah aku kenal..

Aku takut jarak yang sedang merenggangkan kita sekarang ini akan semakin luas dan pada akhirnya akan memisahkan kita...
Aku takut.. 😔😔😔
💗💗💗💗💗💗💗💗💗

Pesan nya dari cerita ini:
Salah faham pasti akan terjadi saat tidak terjalin komunikasi yg baik dalam sebuah hubungan..
Beranikan diri untuk membicarakan hal hal kita rasakan terhadapnya,, lihat bagaimana tanggapan darinya, maka dari situlah kita dapat menarik kesimpulan tentang apa yg ada di fikirannya...
Saur sepuhna mah 👵🏻👵🏻"goreng ku omong, hade ku omong"👵🏻👵🏻..
Kebe mah kudu selalu kompaknya,, jangan ada kesalah fahaman.. Ceritakan saja semuanya insya Alloh kita akan selesaikan masalah demi masalah antara kita...
Kebe big family... ☺☺☺


Rabu, 08 Maret 2017

3 Ubur-ubur




 3 Ubur-ubur




Tampak depan : Bu Yutika, Bu Lucy, dan Bu Marsiyah
They're Supermoms, mereka itu... Ibu-ibu, Mahasiswi, Guru, gaul, mereka juga menyukai petis, bakso. Hmm itusih aku juga suka.

Sebut saja trio Ibu-ibu, trio mamah atau trio ubur-ubur :D

Waktu itu September 2016 menjadi awal kita saling mengenal, sekarang tanggal 4 Februari 2017 artinya sudah 6bulan ya ? dan tanggal 4 kita sudah semester 2, karna minggu lalu kita baru aja ikut serta dalam UAS dan UPM.

Kita ke mesin waktu milik doraemon...tujuan STAI bulan september 2016. 

Pertama kali pertemuan mereka yaitu ketika pendaftaran di STAI Sukabumi, mereka bertukar senyuman (so sweet). 1 minggu kemudian mereka di pertemukan lagi ketika testing, ujian masuk STAI atau sejenisnya. Ternyata mereka 1 ruangan bahkan 1baris lebih tepatnya Bu Yutika di depan posisi Bu Lucy. Di sela-sela sebelum testing gilirannya, Bu Yutika memberanikan diri memberikan beberapa pertanyaan :

Bu Yutika  : Namanya siapa bu (sambil tersenyum) ???
Bu Lucy    : Lucy, kalo Ibu ???
Bu Yutika  : Neng  Yutika, Ibu dari mana ?
Bu Lucy    : Ci sande
Bu Yutika  : Ibu ngambil Karyawan atau Reguler (berharap se-jurusan) ??
Bu Lucy    : Karyawan
Bu Yutika  : sama dong haha (tertawa bahagia)

Bu Yutika melontarkan banyak pertanyaan  (Kepo), bu yutika berharap se-kelompok/ruangan minggu depan  ketika OPAK bahkan perkuliahan di mulai. 7 September 2016 Akhirnya perkuliahan di mulai ternyata mereka di pertemukan lagi, nampak wajah bahagia dari keduanya (lebih tepatnya ber3 dengan Bunda Marsiyah). Bu Lucy dan Bu Yutika semakin dekat dan akrab hingga pulang dari perkuliahan mereka sempat bahkan sering boncengan, juga  karna searah.

Suatu ketika posisi duduk Bu Lucy, Bu Yutika, dan Bu Marsiyah berdekatan, dari situ mereka merasa dari latar belakang yang sama yaitu melanjutkan kuliah setelah menikah, banyak keseruan setelah mereka sering bersama, mengobrol, jajan, sholat,  bersindau gurau, shoping (tapi kalau shoping susah nyempetinnya karna pulang dari kampus selalu malam) kemanapun kalau ada kesempatan mereka selalu bersama, begitulah teman akrab bahkan seperti keluarga. Bu Yutika sudah menganggap mereka sebagai keluarga/kaka-kaka nya, dikelas mereka selalu bersama sampai di juluki 3/Trio Ubur-Ubur Semoga tanggal 4 Februari 2017 Masih se-ruangan yahh !!!

Ibu Marsiyah - "kita bertemu di kampus STAI dengan tujuan yg sama ingin menggapai cita-cita, saling memahami segala kekurangan kita hingga tak ada penghalang diantara kita untuk saling menyayangi sbg saudara."

.
Apa Pendapat Mahasiswa STAI ?

Th Eva - " Dimana2 ada bu lucy d situ ada bu Marsyiah dan bu Yutika ..mreka tk akan bisa d pisahkan
Sampe kursi dudukpun tk prbah branjak always ngarerempet ".

Th Lia - " Mereka sosok ibu modern yang tangguh, multitalent.. Supermoms..
Dgn penuh semangat tetap menjalankan 2 kewajiban yaitu  menuntut ilmu dan menjaga keluarga itu hal yg luar biasa.."

Th Lina - " Lucu dan penyayang
Usia memang berbeda tapi hati kita sama
Waktu bisa memisahkan tapi hati kami selalu bersama
Tiga ibu pengganti saat kami diluar rumah."

Kang Riyan - " Seru..
Gokil..."

Bagaimana pendapat 3 Ubur-Ubur ?

Ibu Marsiyah - " Lucy org nya agak ceroboh tiap hari pasti hp nya jatoh,semangat belajarnya tinggi,th yutika org nya lucu bisa bikin bunda ketawa jadi pelipur hati,v dia agak manja".

Ibu Lucy - "Karakter t yutika itu baik,polos,ramah,humoris,,bunda itu bnr2 jd bunda bwt qt2 yg bs di minta stiap saran nya,,tp kdng2 uniknya bunda itu klo tlponan sma orang suka anteng bgt,,,lamaaaaa
..hhhe,,".

 Bu Yutika - "Sama Bunda (Ibu Marsiyah ) gak sekelompok cuma senyum-senyum, eh pas udah kenal seneng juga sekelas sama mereka berdua. Mereka itu baik sekali, asik di ajak ngobrol di ajak jajan, di ajak cerita kita itu ketawa-ketawa mulu, kerjaanya happy selalu di manapun dan kapanpun hhh."

Pesan bunda untuk Ibu Yutika dan Ibu Lucy "tak ada kata terlambat wat mencari ilmu,umur boleh tua v semangat tetap muda..."


Ada ungkapan yang mengatakan, “Belajar di waktu muda bagai mengukir di atas batu. Belajar di waktu tua bagai melukis di atas air.”
Ibu-ibu di atas juga masih muda ko !
Sebenarnya, ungkapan ini untuk memotivasi anak muda agar giat belajar dan menuntut ilmu. Masa muda hendaklah dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membekali diri dengan ilmu pengetahuan.

Namun, bukan berarti orang yang sudah memasuki usia senja sudah terlepas tanggung jawabnya untuk menuntut ilmu. Banyak orang yang sudah berusia, berlindung dari kewajiban belajar dengan ungkapan ini. Menurut mereka, masa tua sudah dibebaskan dari kewajiban menuntut ilmu. Karena daya ingatnya sudah tak mampu lagi merekam pelajaran.

Imam Hasan al-Bashri pernah ditanya seseorang yang usianya sudah 80 tahun. Apakah orang tua itu masih pantas untuk menuntut ilmu? Imam Hasan menjawab, “Jika ia masih pantas hidup.”

Demikian menuntut ilmu tidak di batasi oleh usia, status menikah. Jadi harus tetap semangat yahh !
Siapa yang menganggap dirinya masih pantas untuk hidup, maka dia mesti belajar dan menambah pengetahuannya. Imam al-Hasan menegaskan, tak ada batasan usia bagi orang yang mau menuntut ilmu

Minggu, 26 Februari 2017

Metis Sebelum Pulang




All praises be to Allah.
     Sungguh beruntung aku bisa mengenal kalian, walaupun hanya bisa melihat dan bertemu kalian 2x dalam 1 minggu, rasanya seperti bertemu dengan keluarga yang sudah lama tidak bertemu...rasa rindu untuk orang-orang seperti kalian (ngangenin)... siang dan malam terasa dekat...aku, kamu dan kita... we're family, kita seperti keluarga" itulah yang aku rasakan ".
     Sabtu 31 desember 2016, menjelang akhir pergantian tahun... sore itu kita bersiap untuk pulang, eh masih banyak yang nongkrong juga ko... teman-teman duduk di pelataran kampus, di depan kelas (sebagian duduk di tangga) seperti yang dapat kita lihat pada foto di atas, by the way yang paling depan namanya Teh Yasmin cantik kann? Iyah kan cewe -_- and then ada Kang Nasir, Teh Ayu, Kang Rian dan lain". Mau tau aku yang mana? Aku di pojok atas sebelah kiri dekat bunda.
     "Kang sini metis", itulah salahsatu perkataan yang masih aku ingat... kekeluargaan sangat terasa, ketika kita berkumpul makan petis, namanya petis Romantis... asem, pedes, tapi ada manis- manisnya haha...dibarengi dengan candaan...sampai foto-foto, begitu hangat yang kurasa.
     Friend is not about someone who has long we know, but about someone who approached and stopped in our life, those who are able to make simple things into something that makes you happy. Sahabat bukan tentang seseorang yang telah lama kita kenal, tetapi tentang seseorang yang menghampiri dan singgah di hidupkita. Mereka yang mampu membuat hal sederhana menjadi sesuatu yang membuat kita bahagia.