SEKIKAS ASAL USUL ONDE DARI TIONGKOK
Sementara sebuah tulisan di Wikipedia menyebutkan bahwa onde-onde berasal dari masa sekitar 1500 tahun lalu, pada masa kekaisaran Dinasti Tang (600-900M). Keberadaan onde-onde pada masa ini sempat dituliskan dalam sebuah karya seorang sastrawan Tiongkok Wang Fanzhi yang hidup pada sekitar abad ke-7 M. Disebutkan bahwa pada saat itu merupakan salah satu makanan istana kekaisaran di Chang'an dan dikenal dengan sebutan ludeui. Penyebutan onde-onde (Jian Dui dalam bahasa Mandarin) sendiri di Tiongkok ternyata berbeda-beda, tergantung pada daerah dan latar belakang budaya. Di kawasan utara Tiongkok, onde-onde dikenal sebagai matuan, di timur laut disebut sebagai ma yuan dan di Hainan sebagai jen dai. Dalam perkembangannya dan seiring migrasi warga Tiongkok ke berbagai kawasan, onde-onde menyebar ke selatan, bahkan akhirnya berkembang luas hingga Asia Timur dan Tenggara. Sehingga tidak mengherankan jika onde-onde sekarang mudah dijumpai dan dikenal di berbagai negara ASEAN seperti Indonesia, Vietnam, Filipina dan Malaysia. Di Indonesia sendiri, onde-onde konon sudah dikenal sejak jaman kerajaan Majapahit (1300-1500M) dimana salah satu kotanya, Mojokerto, konon dikenal juga sebagai kota onde-onde. Dan kalau kita melihat tahun-tahun keberadaan kekasisaran Dinasti Tang dan kerajaan Majapahit, maka dengan dengan mudah kita bisa menebak bahwa onde-onde memang dibawa oleh orang-orang Tiongkok yang berkunjung ke Majapahit pada masa itu, salah satunya adalah Laksamana Zheng He atau Cheng Ho dari masa kekaisaran Dinasti Ming (1368-1644). Jika pada awalnya onde-onde diperuntukkan bagi para pekerja yang sedang membangun istana kekaisara dan kemudian menjadi kue istana, maka
Lalu bagaimana rasa onde-onde di Tiongkok saat ini ? Dari onde-onde yang saya beli di pasar-pasar di Beijing, sebenarnya tidak beda dengan onde-onde yang biasa kita jumpai di Indonesia. Hanya saja umumnya onde-onde disini hanya berisi satu macam saja yaitu pasta gula merah yang berwarna coklat. Sementara onde-onde di Indonesia isinya lebih bervariasi , mulai dari kacang hijau hingga keju. Tapi meski beda isinya , kulit onde-onde sama saja, sama-sama kenyal dan agak empuk, ketika dimakan panas panas.
Sangat pas untuk teman minum teh hangat atau secangkir kopi panas . anda akan merasa kepuasan tersendiri .
