Kamis, 21 Desember 2017

SEKIKAS ARTINYA ONDE DAN ASAL USULNYA

SEKIKAS ARTINYA ONDE DAN ASAL USULNYA

Perayaan onde merupakan salah satu perayaan rutin orang Tiongkok / Tionghoa yang dilakukan setiap Tgl. 21 / 22 Desember. Perayaan ini tetap lestari, dilaksanakan oleh orang Tionghoa, bahkan yang telah bermigrasi dan menetap di negara lain. Meski tak semeriah Imlek, perayaan Onde ini memiliki sejarah dan arti dati onde yang disantap.

"Perayaan Onde ini biasanya pada Desember tanggal 21 atau 22, itu kalau di Tiongkok untuk merayakan Tibanya musim dingin dan makan makanan hangat, salah satunya onde-onde. Orang Tionghoa biasa bilang Dong Zhi yang artinya musim dingin telah tiba .

Perayaan Onde ini sudah ada sejak Dinasti Han (206 SM - 220 M). Pada zaman Dinasti Song (1127-1152 M) Perayan Onde dilaksanakan dengan sembahyang arwah leluhur dan lima unsur di bumi yang terdiri dari logam, air, api, tanah, dan kayu.

Pada zaman Dinasti Qing (1644-1911 M) perayaan Onde menjadi salah satu perayan penting di Tiongkok dan daerah migrasi, tak terkecuali diIndonesia pun.

Berbeda dengan Imlek atau Tahun Baru Tiongkok yang menjadi ajang silaturahmi, perayaan onde hanya dirayakan oleh keluarga. Tradisi Tionghoa adalah berkumpul bersama, membuat onde onde warna warni, menikmati ronde yg manis dan hangat , berdoa bersama mohon kesehatan dan keselamatan.

Onde yang berbentuk bulat melambangkan keutuhan, persatuan, harmonisasi keluarga. Orang orang Tionghoa juga melambangkan  keseimbangan alam yakni Yin dan Yang. Onde umumnya terbuat dari tepung ketan tanpa isi adapun yg berisi juga ,melambangkan eratnya ikatan persaudara, dan air gula putih atau gula merah, kadangpun pakai aur jahe, manis melambangkan hubungan antar keluarga yang harmonis, jahe melambangkan kehangatan keluarga yg rukun dan bersatu.

Pada perkembanganya onde kini dibuat dari berbagai bahan tak hanya tepung ketan , bisa juga kentang tumbuk., ubi merah, Selain itu isinya juga semakin beragam bisa kacang tanah , kacang hijau, atau bahkan cokelat.dan keju,

Ada berbagai kepercayaan makan onde yang menarik, di antaranya saat makan onde seseorang akan menyesuaikan dengan usia kemudian menambahkan satu. Lambang pengharapan agar usia bertambah lagi.

Kepercayaan lainnya, jika ada anggota keluarga yang hamil membakar onde, kalau (onde) pecah maka bayinya berjenis kelamin perempuan, kalau tetap utuh berjenis kelamin laki-laki.

Di balik segala tradisi tersebut, perayaan Onde sampai saat ini masih lestari dan menjadi momen untuk berkumpul dalam kehangatan keluarga keturunan orang Tionghoa di mana pun mereka berada.

                By Satrio Hukin P

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar