Rabu, 27 Desember 2017

S E D I K I T   B O C O R A N
Bapa Bapa Ibu Ibu yg tersayang , Saya mau kasih tau sedikit, , bahwa acara bertamasya ke pacet / cipanas adalah salah satu kegiatan kita yg setiap tahun kita berusaha mengadakan kebersamaan utk mempererat dan menjalin keharmonisan sesama keluarga besar anggota kita.
Kami mengharapkan para anggota bisa berpartisipasi mengikuti acara ini.
Untuk bertamasya khusus kali ini ,kami sediakan banyak hadiah undian keberuntungan berupa angpao Hokkih dan hadiah kenang2an .

Tentunya para anggota ingin tahu, Apa saja sih hadiah hadiah itu?   Nah disini, kami bocorkan sedikit utk anda... ...

(1) Hadiah pertama : 1buah berupa angpau  hokkih sebesar Rp. 500.000,=

(2) Hadiah ke 2 : 1buah berupa angpau hokkih sebesar Rp. 400.000,=

(3)Hadiah ke3:  2 buah  berupa angpau hokkih @Rp.  300.000,=

(4) Hadiah ke4 : 3 buah berupa angpau hokkih @Rp. 200.000,=

(5) Hadiah ke5 : 4 buah berupa angpau hokkih @Rp. 100.000,=

(6) Hadiah ke6 : 10 buah berupa angpau hokkih @Rp. 50.000,=

Bagi para anggota yg tidak dapat hadiah undian diatas, masing masing tetap mendapatkan hadian berupa barang kenang2an dari kami. Jadi semua anggota yg ikut acara kegiatan ini, semua pulangnya pasti bawa hadiah !

Acara tsb diadakan pada malam gembira diball room hotel tsb yg acaranya dikordinator / MC oleh ibu Wenny/ Cui Wen , tentu ada acara pertunjukan peragaan Tai Ji dan tarian2 yg menarik, kita bisa  bergoyang bersama sepuasnya, kita bisa berkarauke, yg minat berkarauke, jangan lupa bawa CDnya masing masing .
Masih banyak acaranya yg tidak bisa satu persatu diuraikan.
Yg penting, anda ikut  even ini, anda pasti meraih hadiah hokkih bawa pulang dan tentunya kita akan bergembira bersama .

           Terima kasih

               P. Tai Ji Perintis Smi

Kamis, 21 Desember 2017

SEKIKAS ARTINYA ONDE DAN ASAL USULNYA

SEKIKAS ARTINYA ONDE DAN ASAL USULNYA

Perayaan onde merupakan salah satu perayaan rutin orang Tiongkok / Tionghoa yang dilakukan setiap Tgl. 21 / 22 Desember. Perayaan ini tetap lestari, dilaksanakan oleh orang Tionghoa, bahkan yang telah bermigrasi dan menetap di negara lain. Meski tak semeriah Imlek, perayaan Onde ini memiliki sejarah dan arti dati onde yang disantap.

"Perayaan Onde ini biasanya pada Desember tanggal 21 atau 22, itu kalau di Tiongkok untuk merayakan Tibanya musim dingin dan makan makanan hangat, salah satunya onde-onde. Orang Tionghoa biasa bilang Dong Zhi yang artinya musim dingin telah tiba .

Perayaan Onde ini sudah ada sejak Dinasti Han (206 SM - 220 M). Pada zaman Dinasti Song (1127-1152 M) Perayan Onde dilaksanakan dengan sembahyang arwah leluhur dan lima unsur di bumi yang terdiri dari logam, air, api, tanah, dan kayu.

Pada zaman Dinasti Qing (1644-1911 M) perayaan Onde menjadi salah satu perayan penting di Tiongkok dan daerah migrasi, tak terkecuali diIndonesia pun.

Berbeda dengan Imlek atau Tahun Baru Tiongkok yang menjadi ajang silaturahmi, perayaan onde hanya dirayakan oleh keluarga. Tradisi Tionghoa adalah berkumpul bersama, membuat onde onde warna warni, menikmati ronde yg manis dan hangat , berdoa bersama mohon kesehatan dan keselamatan.

Onde yang berbentuk bulat melambangkan keutuhan, persatuan, harmonisasi keluarga. Orang orang Tionghoa juga melambangkan  keseimbangan alam yakni Yin dan Yang. Onde umumnya terbuat dari tepung ketan tanpa isi adapun yg berisi juga ,melambangkan eratnya ikatan persaudara, dan air gula putih atau gula merah, kadangpun pakai aur jahe, manis melambangkan hubungan antar keluarga yang harmonis, jahe melambangkan kehangatan keluarga yg rukun dan bersatu.

Pada perkembanganya onde kini dibuat dari berbagai bahan tak hanya tepung ketan , bisa juga kentang tumbuk., ubi merah, Selain itu isinya juga semakin beragam bisa kacang tanah , kacang hijau, atau bahkan cokelat.dan keju,

Ada berbagai kepercayaan makan onde yang menarik, di antaranya saat makan onde seseorang akan menyesuaikan dengan usia kemudian menambahkan satu. Lambang pengharapan agar usia bertambah lagi.

Kepercayaan lainnya, jika ada anggota keluarga yang hamil membakar onde, kalau (onde) pecah maka bayinya berjenis kelamin perempuan, kalau tetap utuh berjenis kelamin laki-laki.

Di balik segala tradisi tersebut, perayaan Onde sampai saat ini masih lestari dan menjadi momen untuk berkumpul dalam kehangatan keluarga keturunan orang Tionghoa di mana pun mereka berada.

                By Satrio Hukin P

Rabu, 20 Desember 2017

➖PENGUMUMAN➖

Berkenaan Hari Raya NATAL dan TAHUN BARU 2018 ,  perkumpulan senam Tai Ji Perintis smi akan libur masing masing 1 hari saja, yaitu pada tgl 25 desember  2017 dan tgl. 01 januari 2018.
Harap para anggota dapat mengetahui dan maklum adanya.
Dan kami mengucapkan SELAMAT NATAL dan TAHUN BARU 2018 , semoga semua anggota sehat dan bahagia.
          
          Terima Kasih
                
                 Salam sejahtera

                
               Pengurus psTps
                     S u k a b u m i

SEKILAS ASAL USUL ONDE TIONGKOK

SEKIKAS ASAL USUL ONDE DARI TIONGKOK

Sementara sebuah tulisan di Wikipedia menyebutkan bahwa onde-onde berasal dari masa sekitar 1500 tahun lalu, pada masa kekaisaran Dinasti Tang (600-900M). Keberadaan onde-onde pada masa ini sempat dituliskan dalam sebuah karya seorang sastrawan Tiongkok Wang Fanzhi yang hidup pada sekitar abad ke-7 M. Disebutkan bahwa pada saat itu merupakan salah satu makanan istana kekaisaran di Chang'an dan dikenal dengan sebutan ludeui. Penyebutan onde-onde (Jian Dui dalam bahasa Mandarin) sendiri di Tiongkok ternyata berbeda-beda, tergantung pada daerah dan latar belakang budaya. Di kawasan utara Tiongkok, onde-onde dikenal sebagai matuan, di timur laut disebut sebagai ma yuan dan di Hainan sebagai jen dai. Dalam perkembangannya dan seiring migrasi warga Tiongkok ke berbagai kawasan, onde-onde menyebar ke selatan, bahkan akhirnya berkembang luas hingga Asia Timur dan Tenggara. Sehingga tidak mengherankan jika onde-onde sekarang mudah dijumpai dan dikenal di berbagai negara ASEAN seperti Indonesia, Vietnam, Filipina dan Malaysia. Di Indonesia sendiri, onde-onde konon sudah dikenal sejak jaman kerajaan Majapahit (1300-1500M) dimana salah satu kotanya, Mojokerto, konon dikenal juga sebagai kota onde-onde. Dan kalau kita melihat tahun-tahun keberadaan kekasisaran Dinasti Tang dan kerajaan Majapahit, maka dengan dengan mudah kita bisa menebak bahwa onde-onde memang dibawa oleh orang-orang Tiongkok yang berkunjung ke Majapahit pada masa itu, salah satunya adalah Laksamana Zheng He atau Cheng Ho dari masa kekaisaran Dinasti Ming (1368-1644). Jika pada awalnya onde-onde diperuntukkan bagi para pekerja yang sedang membangun istana kekaisara dan kemudian menjadi kue istana, maka
Lalu bagaimana rasa onde-onde di Tiongkok saat ini ? Dari onde-onde yang saya beli di pasar-pasar di Beijing, sebenarnya tidak beda dengan onde-onde yang biasa kita jumpai di Indonesia. Hanya saja umumnya onde-onde disini hanya berisi satu macam saja yaitu pasta gula merah yang berwarna coklat. Sementara onde-onde di Indonesia isinya lebih bervariasi , mulai dari kacang hijau hingga keju. Tapi meski beda isinya , kulit onde-onde sama saja, sama-sama kenyal dan  agak empuk,  ketika dimakan panas panas.
Sangat pas untuk teman minum teh hangat atau secangkir kopi panas . anda akan merasa kepuasan tersendiri .

onde onde

Penulis Aris Heru Utomo 
➖ ➖ ➖  ➖ ➖➖➖

*Sepintas Cerita Onde-Onde dari Tiongkok*

Kue onde-onde atau biasa disebut wedang onde-onde adalah kue yang terbuat dari tepung terigu atau tepung ketan, dibentuk bulat bulat, menyerupai bola ping pong dimana di dalamnya biasanya diisi pasta kacang hijau atau gula merah, atau tanpa isi .ada permukaannya dibaluri wijen. Di Indonesia, saking populernya, onde-onde dapat dengan mudah dijumpai di pasar-pasar atau pedagang kaki lima. Karena kepopulerannya. tidak sedikit orang yang mengira bahwa onde-onde adalah kue asli Indonesia.
Benarkah demikian? Sama seperti sebagian orang Indonesia yang tidak menaruh perhatian terhadap asal-asul onde-onde, awalnya saya juga bersikap serupa. Tapi perjumpaan saya dengan onde-onde di banyak pasar tradisional. pedagang kaki lima ataupun hotel berbintang di berbagai kota di Tiongkok mengusik keingintahuan saya untuk mengetahui asal muasal onde-onde. Sejak kapan onde-onde hadir di Tiongkok dan apakah onde-onde tersebut ada kaitannya dengan onde-onde di Indonesia? Untuk menjawab pertanyaan di atas, salah satu cara adalah dengan menyusuri jejak onde-onde di Google. Tapi hal itu pun ternyata tidak mudah karena tidak banyak tulisan yang secara jelas menerangkan sejarah onde-onde. Dari yang sedikit itu diketahui bahwa konon onde-onde memang berasal dari Tiongkok. Onde-onde dibuat pertama kali pada masa Kekaisaran dari Dinasti Zhou (1045-256 SM) alias lebih dari 2300 tahun lalu. Pembuatnya adalah dua orang tukang masak kerajaan yang membuat onde-onde sebagai makanan yang diperuntukkan para para tukang kayu dan batu yang pada saat itu sedang bekerja membangun istana kaisar. Makanan tersebut terbuat dari gandum dan warnanya merah putih serta berasa manis yang melambangkan keselamatan dan kebersamaan.

Sementara sebuah tulisan di Wikipedia menyebutkan bahwa onde-onde berasal dari masa sekitar 1500 tahun lalu, pada masa kekaisaran Dinasti Tang (600-900M). Keberadaan onde-onde pada masa ini sempat dituliskan dalam sebuah karya seorang sastrawan Tiongkok Wang Fanzhi yang hidup pada sekitar abad ke-7 M. Disebutkan bahwa pada saat itu merupakan salah satu makanan istana kekaisaran di Chang'an dan dikenal dengan sebutan ludeui. Penyebutan onde-onde (Jian Dui dalam bahasa Mandarin) sendiri di Tiongkok ternyata berbeda-beda, tergantung pada daerah dan latar belakang budaya. Di kawasan utara Tiongkok, onde-onde dikenal sebagai matuan, di timur laut disebut sebagai ma yuan dan di Hainan sebagai jen dai. Dalam perkembangannya dan seiring migrasi warga Tiongkok ke berbagai kawasan, onde-onde menyebar ke selatan, bahkan akhirnya berkembang luas hingga Asia Timur dan Tenggara. Sehingga tidak mengherankan jika onde-onde sekarang mudah dijumpai dan dikenal di berbagai negara ASEAN seperti Indonesia, Vietnam, Filipina dan Malaysia. Di Indonesia sendiri, onde-onde konon sudah dikenal sejak jaman kerajaan Majapahit (1300-1500M) dimana salah satu kotanya, Mojokerto, konon dikenal juga sebagai kota onde-onde. Dan kalau kita melihat tahun-tahun keberadaan kekasisaran Dinasti Tang dan kerajaan Majapahit, maka dengan dengan mudah kita bisa menebak bahwa onde-onde memang dibawa oleh orang-orang Tiongkok yang berkunjung ke Majapahit pada masa itu, salah satunya adalah Laksamana Zheng He atau Cheng Ho dari masa kekaisaran Dinasti Ming (1368-1644). Jika pada awalnya onde-onde diperuntukkan bagi para pekerja yang sedang membangun istana kekaisara dan kemudian menjadi kue istana, maka dalam dalam perkembangannya, onde-onde pun dikenal sebagai salah satu kue yang disajikan dalam perayaan Tahun Baru Tiongkok. Dalam perayaan tahun baru Tiongkok ini, onde-onde memiliki makna khusus. Bentuk onde-onde yang bulat dan permukaan berwarna kekuningan (karena ditaburi wijen) melambangkan suatu keberuntungan. Sementara bentuk onde-onde yang mekar saat digoreng (Jian Yan) melambangkan harapan mengenai perkembangan usaha yang dilakukan.
Lalu bagaimana rasa onde-onde di Tiongkok saat ini ? Dari onde-onde yang saya beli di pasar-pasar di Beijing, sebenarnya tidak beda dengan onde-onde yang biasa kita jumpai di Indonesia. Hanya saja umumnya onde-onde disini hanya berisi satu macam saja yaitu pasta gula merah yang berwarna coklat. Sementara onde-onde di Indonesia isinya lebih bervariasi , mulai dari kacang hijau hingga keju. Tapi meski beda isinya , kulit onde-onde sama saja, sama-sama kenyal dan  agak empuk,  ketika dimakan panas panas.
Sangat pas untuk teman minum teh hangat atau secangkir kopi panas . anda akan merasa kepuasan tersendiri .

Demikian sedikit cerita ringan asal usul tentang festuval onde-onde .
Semoga ada mangfaat bagi anda .
            Terima Kasih

🌷💐🔺🌷💐🔺🌷💐🌹🔺

Senin, 04 Desember 2017

Tes Surat lamaran

Sukabumi, 19 Oktober  2017
Hal : Lamaran Kerja

Kepada Yth.,
Pimpinan PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Sukabumi
Di-
      Tempat.

Assalamu’alaikum wr. wb.
Salam Sejahtera,

Dengan hormat,

Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari internet tanggal 18 Oktober 2017, bahwa PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Sukabumi membuka kesempatan tenaga prepesional untuk ditempatkan sebagai Program ADP (assistant development program), maka dengan ini saya mengajukan surat lamaran untuk menjadi salah satu kandidat untuk posisi tersebut.

Saya Sarah Kusaeri lulusan S1 Akuntansi STIE PGRI SUKABUMI yang lulus pada bulan Agustus 2017. Saya pernah bekerja di PT. Ramayana Lestari Sentosa, Tbk pada tahun 2012 - 2013 sebagai Koordinator SPG, yang tugasnya mengkoordinasi seluruh SPG, membantu meningkatkan penjualan dan membuat laporan hasil penjualan. Saya pernah bekerja di PT. Muara Griya Lestari pada tahun 2013 - 2016 sebagai Staff Export Import yang salah satu tugasnya  adalah memriksa keluar masuknya barang, membuat dokumen kelar masuk barang, membuat dokumen export import, membuat pembukuan hasil export import, membuat pengajuan perizinan dokumen bea dan cukai kepabeanan dan membuat laporan bulan dan tahunan.